Sondag 14 April 2013
Maandag 08 April 2013
Pantai Kurney (Provinsi Gorontalo)
Belaian angin sepoy dan dobrakan air ombak
yang teralur dalam pikiran dan jiwa selepas tegangnya tubuh, itulah sekilas
gambaran pantai namun apa jadinya jika
kelestariannya tidak terjaga. Wisata pantai kurney, dimana pantai ini sudah
terlihat kurang terawat sehingga kurang menarik pengujung untuk mengunjungi
pantai kurney tersebut. wisata pantai kurney terletak di desa leato,
kab-bonbol(bonebolango). pantai ini tidak jauh dari pusat kota gorontalo, jika
ditempuh dengan kenderaan roda dua memakan waktu kurang lebih 10 menit. sekalipun
kurang terawat, pantai kurney tersebut sesekali terlihat ada pengunjungnya akan
tetapi dihari-hari tertentu saja seperti hari-hari libur, hari minggu.
pada dasarnya pantai ini sangatlah menarik
dikunjungi akan tetapi kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat ini
membuat pantai kurney terlihat kurang baik. masyarakat itu sendiri kurang
mejaga atau memelihara dan dari pihak pemerintah belum terlihat memberikan
bantuan seperti pengadaan pos-pos pengamanan ataupun tempat persinggahan
pengunjung . Bagaimana nanti masa depannya pantai kurney jika masyarakat dan
pemerintah tidak berperan aktif didalam menjaga dan mengurus pantai tersebut.
Pantai adalah salah satu aset pemerintah
yang sepatutnya di lindungi, pemerintah lebih berperan besar untuk mengadakan
material penunjang untuk melestarikan pantai yang terletak di desa Leato ini,
sehingganya masyarakat lebih antusias untuk terjun bersama melestarikan pantai.
Woensdag 20 Maart 2013
Jurnalistik Online
MY INSPIRATION
Bertempat
tinggal di desa permata kecamatan tilongkabila kabupaten bone bolango seorang
laki-laki bernama erwin yang sekarang ini berumur 35 tahun yang sudah
berkeluarga dan telah dikaruniai dua orang anak ini mengawali usahanya dengan
berdagang rempa-rempa yang tiada lain rempah-rempah itu merupakan hasil tanaman
yang ia tanam sendiri. dengan kerja keras dan ketekunan dari menanam
rempa-rempa ini telah mebuahkan hasil yang cukup besar menurutnya.
Berawal
dari latar belakang keluarga yang sangat sederhana atau tidak berkecukupan,
sosok dari seorang laki-laki ini setiap
hari berjuang keras untuk mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. dengan bermodalkan sepetak
tanah laki-laki ini mengawali usahanya
dengan berkebun. diperkebunannya itulah dia menanam beberapa tanaman
rempah-rempah diantaranya rica, tomat, bawang dan lain sebagainya.
tanaman-tanaman tersebut merupakan salah satu alternatifnya terbaik menurutnya
untuk mendapatkan uang. selang beberapa bulan tanaman yang ia tanam akhirnya
sudah bisa dipanen dan hasil tanaman tersebut segera ia jual ke pasar dari
hasil tanamannya tersebut dia telah bisah memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dengan
bermodalkan kepercayaan dari para pelanggannya dan harga yang masih tergolong
sangat murah rempah-rempah tersebut laris manis dipasaran , hinggah kini
usahanya berjalan dengan lancar. dengan kondisi harga rempa-rempah dipasaran
yang semakin hari-semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat akan rempa-rempah
tersebut semakin banyak hal itu merupakan keuntungan tersendiri baginya. hampir
setiap bulan dia mendapakan keuntungan yang cukup besar. hari demi hari, bulan
demi bulan bahkan hampir masuk sepuluh tahun dia menggeluti perkerjaannnya ini
hingga kini keuntungan yang dia dapatkan semakin berlipat-lipat.
Hasil dari
pendapatannya itu sebagaian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluaganya dan
sebagiannya lagi dia belikan beberapa mobil. sekarang ini dia telah mempunyai
lima mobil opencap yang dia pergunakan untuk mempermudah dia dalam memasarkan
rempah-rempahnya kebeberapa pasar yang ada di gorontalo. sekarang ini dia telah
menjadi seorang yang terpandang didesa saya. yang mengherankan sekarang ini
adalah yang dulunya dia bersusah payah mencari uang akan tetapi uang itu
sendiri yang mencarinya.
Hal yang
membuat saya bisa terinspirasi ialah dari keberhasilannya yang ia dapatkan
dengan berusaha, kerja keras, dan ketekunan dalam bekerja itulah yang membuat
saya semakin bersemangat lagi dalam mengerjakan pekerjaan apapun itu, dan semua
pekerjaan bila kita berusaha dan menekuni pekerjaan itu maka kita akan
mendapatkan keberhasil dan keuntungan. seperti kata pehpata mengatakan bahwa
tiada pekerjaan yang dikerjakan dengan usaha yang giat membawahkan hasil yang
sia-sia.
Vrydag 08 Maart 2013
Woensdag 06 Maart 2013
Nama : Belasri Ilahude
Kelas : B
Tugas : Komunikasi Lintas Budaya
Aku tidak tau mengawali cerita kampung ku dari mana, karena pada dasarnya kami lebih banyak hidup dan besar dikampung orang. aku tak begitu tau tentang cerita kampung ku yaitu gorontalo, akan tetapi aku akan bercerita tentang sebuah kota kecil di sulawesih tengah dimana kota tersebut mempunyai banyak cerita baik itu kehidupan sosial,ekonomi,politik dan budaya. Duhulunya banggai merupakan sebuah daerah kecil yang jauh dari keramaian akan tetapi lama kelaman banyak pendatang-pendatang baru dari berbagai daerah lalu memutuskan untuk tinggal dan menetap didaerah ini. Jika diliat dari kekayaan alam Banggai merupakan sebuah kampung yang sangat menjanjikan orang-orang untuk berhasil, karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat setempat yaitu sebagai nelayan,dan bertani.
ketika kita membicarakan tentang kebudayaan pasti kata pertama yang terbesik dipikiran kita ialah tentang adat atau kebiasaan. banggai merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang masih sangat kental karena masyarakat setempat masih sangat mempercayai akan adat-adat yang baik dan merupakan suatu keharusan untuk melaksanakan adat tersebut. ketika setiap kali masyarakat banggai membuat suatu acara atau perayaan pasti acara tersebut akan diawali dan diakhiri oleh upacara-upacara adat. salah satunya yaitu tarian osulen,cakalele dan modero. ketika saya berada dikampung banggai setiap perayaan pasti saya melihat sekelompok orang berkumpul lalu membentuk sebuah lingkaran lalu melakukan modero. akan tetapi ketika saya kembali ke kampung saya yaitu gorontalo disetiap perayaan tidak pernah saya melihat perayaan seperti modero. jika dilihat dari segi bahasa dibanggai jika kita mengatakan kepada orang lain bahwa ‘’saya akan pergi kesana akan tetapi digorontalo mengatakan bahwa saya akan pergi kemari’’ ini merupakan 2 hal yang sangat membingungkan, jika dipandang dari segi bahasa, kata kesana dan kemari itu merupakan hal yang berbeda akan tetapi di kedua daerah ini banggai dan gorontalo ini kata kemari dan kesana mempunyai arti yang hampir sama. ada juga dengan kata "akal" menurut orang banggai kata akal itu diartikan sebagai pikiran akan tetapi kalau digorontalo akal itu merupakan kebohongan.
Itulah sedikit cerita ku tentang sebuah kampung kecil yang sangat menjanjikan. Banggai mepunyai sejuta cerita dan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Cukup sekian dan terima kasih.
Kelas : B
Tugas : Komunikasi Lintas Budaya
Aku tidak tau mengawali cerita kampung ku dari mana, karena pada dasarnya kami lebih banyak hidup dan besar dikampung orang. aku tak begitu tau tentang cerita kampung ku yaitu gorontalo, akan tetapi aku akan bercerita tentang sebuah kota kecil di sulawesih tengah dimana kota tersebut mempunyai banyak cerita baik itu kehidupan sosial,ekonomi,politik dan budaya. Duhulunya banggai merupakan sebuah daerah kecil yang jauh dari keramaian akan tetapi lama kelaman banyak pendatang-pendatang baru dari berbagai daerah lalu memutuskan untuk tinggal dan menetap didaerah ini. Jika diliat dari kekayaan alam Banggai merupakan sebuah kampung yang sangat menjanjikan orang-orang untuk berhasil, karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat setempat yaitu sebagai nelayan,dan bertani.
ketika kita membicarakan tentang kebudayaan pasti kata pertama yang terbesik dipikiran kita ialah tentang adat atau kebiasaan. banggai merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang masih sangat kental karena masyarakat setempat masih sangat mempercayai akan adat-adat yang baik dan merupakan suatu keharusan untuk melaksanakan adat tersebut. ketika setiap kali masyarakat banggai membuat suatu acara atau perayaan pasti acara tersebut akan diawali dan diakhiri oleh upacara-upacara adat. salah satunya yaitu tarian osulen,cakalele dan modero. ketika saya berada dikampung banggai setiap perayaan pasti saya melihat sekelompok orang berkumpul lalu membentuk sebuah lingkaran lalu melakukan modero. akan tetapi ketika saya kembali ke kampung saya yaitu gorontalo disetiap perayaan tidak pernah saya melihat perayaan seperti modero. jika dilihat dari segi bahasa dibanggai jika kita mengatakan kepada orang lain bahwa ‘’saya akan pergi kesana akan tetapi digorontalo mengatakan bahwa saya akan pergi kemari’’ ini merupakan 2 hal yang sangat membingungkan, jika dipandang dari segi bahasa, kata kesana dan kemari itu merupakan hal yang berbeda akan tetapi di kedua daerah ini banggai dan gorontalo ini kata kemari dan kesana mempunyai arti yang hampir sama. ada juga dengan kata "akal" menurut orang banggai kata akal itu diartikan sebagai pikiran akan tetapi kalau digorontalo akal itu merupakan kebohongan.
Itulah sedikit cerita ku tentang sebuah kampung kecil yang sangat menjanjikan. Banggai mepunyai sejuta cerita dan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Cukup sekian dan terima kasih.
Teken in op:
Opmerkings (Atom)