Woensdag 20 Maart 2013

Jurnalistik Online


MY INSPIRATION

Bertempat tinggal di desa permata kecamatan tilongkabila kabupaten bone bolango seorang laki-laki bernama erwin yang sekarang ini berumur 35 tahun yang sudah berkeluarga dan telah dikaruniai dua orang anak ini mengawali usahanya dengan berdagang rempa-rempa yang tiada lain rempah-rempah itu merupakan hasil tanaman yang ia tanam sendiri. dengan kerja keras dan ketekunan dari menanam rempa-rempa ini telah mebuahkan hasil yang cukup besar menurutnya.
          Berawal dari latar belakang keluarga yang sangat sederhana atau tidak berkecukupan, sosok dari seorang laki-laki ini  setiap hari berjuang keras untuk mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.  dengan bermodalkan sepetak tanah laki-laki ini  mengawali usahanya dengan berkebun. diperkebunannya itulah dia menanam beberapa tanaman rempah-rempah diantaranya rica, tomat, bawang dan lain sebagainya. tanaman-tanaman tersebut merupakan salah satu alternatifnya terbaik menurutnya untuk mendapatkan uang. selang beberapa bulan tanaman yang ia tanam akhirnya sudah bisa dipanen dan hasil tanaman tersebut segera ia jual ke pasar dari hasil tanamannya tersebut dia telah bisah memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dengan bermodalkan kepercayaan dari para pelanggannya dan harga yang masih tergolong sangat murah rempah-rempah tersebut laris manis dipasaran , hinggah kini usahanya berjalan dengan lancar. dengan kondisi harga rempa-rempah dipasaran yang semakin hari-semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat akan rempa-rempah tersebut semakin banyak hal itu merupakan keuntungan tersendiri baginya. hampir setiap bulan dia mendapakan keuntungan yang cukup besar. hari demi hari, bulan demi bulan bahkan hampir masuk sepuluh tahun dia menggeluti perkerjaannnya ini hingga kini keuntungan yang dia dapatkan semakin berlipat-lipat.
Hasil dari pendapatannya itu sebagaian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluaganya dan sebagiannya lagi dia belikan beberapa mobil. sekarang ini dia telah mempunyai lima mobil opencap yang dia pergunakan untuk mempermudah dia dalam memasarkan rempah-rempahnya kebeberapa pasar yang ada di gorontalo. sekarang ini dia telah menjadi seorang yang terpandang didesa saya. yang mengherankan sekarang ini adalah yang dulunya dia bersusah payah mencari uang akan tetapi uang itu sendiri yang mencarinya. 
Hal yang membuat saya bisa terinspirasi ialah dari keberhasilannya yang ia dapatkan dengan berusaha, kerja keras, dan ketekunan dalam bekerja itulah yang membuat saya semakin bersemangat lagi dalam mengerjakan pekerjaan apapun itu, dan semua pekerjaan bila kita berusaha dan menekuni pekerjaan itu maka kita akan mendapatkan keberhasil dan keuntungan. seperti kata pehpata mengatakan bahwa tiada pekerjaan yang dikerjakan dengan usaha yang giat membawahkan hasil yang sia-sia.

Woensdag 06 Maart 2013

Nama : Belasri Ilahude
Kelas  : B
Tugas : Komunikasi Lintas Budaya

    Aku tidak tau mengawali cerita kampung ku dari mana, karena pada dasarnya kami lebih banyak hidup dan besar dikampung orang. aku tak begitu tau tentang cerita kampung ku yaitu gorontalo, akan tetapi aku akan bercerita tentang sebuah kota kecil di sulawesih tengah dimana kota tersebut mempunyai banyak cerita baik itu kehidupan sosial,ekonomi,politik dan budaya. Duhulunya banggai merupakan sebuah daerah kecil yang jauh dari keramaian akan tetapi lama kelaman banyak pendatang-pendatang baru dari berbagai daerah lalu memutuskan untuk tinggal dan menetap didaerah ini. Jika diliat dari kekayaan alam Banggai merupakan sebuah kampung yang sangat menjanjikan orang-orang untuk berhasil, karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat setempat yaitu sebagai nelayan,dan bertani.
    ketika kita membicarakan tentang kebudayaan pasti kata pertama yang terbesik dipikiran kita ialah tentang adat atau kebiasaan. banggai merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang masih sangat kental karena masyarakat setempat masih sangat mempercayai akan adat-adat yang baik dan merupakan suatu keharusan untuk melaksanakan adat tersebut. ketika setiap kali masyarakat banggai  membuat suatu acara atau perayaan pasti acara tersebut akan diawali dan diakhiri oleh upacara-upacara adat. salah satunya yaitu tarian osulen,cakalele dan modero. ketika saya berada dikampung banggai setiap perayaan pasti saya melihat sekelompok orang berkumpul lalu membentuk sebuah lingkaran lalu melakukan modero. akan tetapi ketika saya kembali ke kampung saya yaitu gorontalo disetiap perayaan tidak pernah saya melihat perayaan seperti modero. jika dilihat dari segi bahasa dibanggai jika kita mengatakan kepada orang  lain bahwa ‘’saya akan pergi kesana akan tetapi digorontalo mengatakan bahwa saya akan pergi kemari’’ ini merupakan 2 hal yang sangat membingungkan, jika dipandang dari segi bahasa, kata kesana dan kemari itu merupakan hal yang berbeda akan tetapi di kedua daerah ini banggai dan gorontalo ini kata kemari dan kesana mempunyai arti yang hampir sama. ada juga dengan kata "akal" menurut orang banggai kata akal itu diartikan sebagai pikiran akan tetapi kalau digorontalo akal itu merupakan kebohongan.
    Itulah sedikit cerita ku tentang sebuah kampung  kecil yang sangat menjanjikan.  Banggai mepunyai sejuta cerita dan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Cukup sekian dan terima kasih.